Write main issues dari tulisan ini: Jambi-Palembang cuma 3 Jam? Jalan Tol Kapal Betung Siap Rampung Akhir 2023 JAMBIONE.COM - Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan akan segera menjadi lebih terhubung dalam waktu dekat. Sebuah jalan tol yang menghubungkan Kota Jambi dengan Kota Palembang, Ibu kota Sumatera Selatan, diperkirakan akan selesai dibangun pada akhir tahun 2023. Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yang akan menjadi jalan bebas hambatan yang menghubungkan kedua kota besar ini. Dengan selesainya proyek ini, jarak perjalanan antara Jambi dan Palembang akan semakin singkat. Dilansir dari harianhaluan.com, Keberadaan jalan tol ini akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat setempat, terutama di kedua provinsi tersebut. Perjalanan yang lebih mudah akan menciptakan peluang baru di berbagai bidang, seperti pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan daya beli masyarakat Jambi dan Palembang. Selain itu, mobilitas dan distribusi logistik antara dua kota ini akan menjadi lebih efisien, membuka peluang bisnis yang lebih baik. Sebelum ada Jalan Tol Trans Sumatera, perjalanan dari Jambi ke Palembang atau sebaliknya bisa memakan waktu delapan hingga 10 jam saat terjadi kemacetan. Namun, dengan jalan tol yang mendekatkan kedua kota ini, perjalanan dari Jambi ke Palembang atau sebaliknya hanya akan memakan waktu tiga jam. Jalan tol yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2023 ini dikenal sebagai Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung atau Jalan Tol Kapal Betung. Jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Betung-Jambi seksi 3 (tiga) yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Dengan rampungnya proyek ini, Jambi dan Palembang akan semakin dekat dan terhubung dengan lebih baik. (ali) iNSulteng – Proyek Tol Palembang-Bentung lanjut ke Jambi akan selesai tahun 2024 atau tahun depan. Proyek Tol Palembang Jambi ini jika selesai dikerjakan akan memangkas jarak tempuh Palembang-Jambi. Namun di wilayah Kabupaten Muaro Jambi masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan. Hal ini disampaikan oleh Sekda Provinsi Jambi Sudirman belum lama ini. “Kami sudah kirim surat tu, misalnya ada Puskesma ni (yang dilintasi Tol), atau ada Sekolah itu gak usah diganti rugi, Pemda sediakan saja tempatnya,” jelas Sekda dikutip, dari ANTARA TV, Kamis 20 Juli 2023. Diberitakan ANTARA, sebelumya, Konstruksi pembangunan jalan tol Betung-Jambi yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera di mulai di tahun 2022 ini dan ditargetkan selesai di tahun 2024. "Jalan tol Betung-Jambi tahun ini konstruksinya akan di mulai," kata Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Muhammad Fauzi di Jambi, Rabu. Ruas jalan tol Betung-Jambi memiliki panjang 33,96 kilometer. Di Provinsi Jambi tol Betung-Jambi tersebut melewati dua Kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, yakni Kecamatan Mestong tepatnya di Desa Sungai Landai dan Desa Muaro Sebapo. Kemudian di Kecamatan Jambi Luar Kota tepatnya di Desa Pematang Gajah, Sungai Bertam dan Kelurahan Pijoan. Persiapan pembangunan konstruksi jalan tol Betung-Jambi tersebut sudah di selesaikan, seperti pembebasan lahan dan persiapan lainnya. Sementara itu pembangunan ruas tol Jambi-Rengat belum dapat dilakukan pembangunan konstruksi karena masih dalam proses penyelesaian pembebasan lahan dan mengalami perubahan penetapan lokasi (penlok) ruas jalan tol. Dan terkait dengan ruas jalan tol Jambi-Rengat yang melintasi hutan produksi PT WKS, Fauzi menyatakan hal tersebut sudah di selesaikan. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi Bosar Pasaribu menyatakan tidak ada kendala yang signifikan dalam pembangunan dua ruas tol Trans Sumatera yang berada di wilayah Provinsi Jambi. "Sempat adanya perubahan penlok, namun sudah diselesaikan dan pembebasan lahan masih dalam proses," kata Bosar Pasaribu. Tol Palembang Jambi Rampung Tahun 2024, Ganti Rugi Sudah Selesai?, Ini Kendala di Muaro Jambi Jalan tol trans Sumatera di Provinsi Jambi memiliki panjang 232 kilometer yang terbagi dalam dua ruas jalan, yakni Betung-Jambi 33,96 kilometer dan Jambi-Rengat 198 kilometer.*** HARIANMUBA.COM,- Kota Palembang dan Jambi Dihubungkan 2 Ruas Tol, Jika Sudah Beroperasi Waktu Tempuh Perjalanan Makin Singkat. Kota Palembang dan Kota Jambi merupakan dua ibukota Provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Ibukota Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi ini Dalam beberapa tahun kedepan akan dihubungkan oleh jalur tol. Ruas tol yang menghubungkan dua ibukota Provinsi ini merupakan jalur utama jalan tol trans sumatera yang direncanakan membentang dari Aceh ke Lampung. Tol pertama Palembang Betung yang merupakan masuk dalam ruas tol KapalBetung. Sebelumnya dari beberapa sumber tol ini ditargetkan Agustus 2023 sudah mulai beroperasi. Namun tampaknya target tersebut molor, karena hingga pertengahan Agustus tol ini masih dalam tahap kontruksi. Kabar lain menyebutkan pembangunan jalan tol Palembang Betung akan dialihkan ke pihak Hutama Karya. Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto kepada wartawan mengungkapkan informasi kepastian penggarapan termasuk soal pendanaannya akan diputuskan pemerintah pada September 2023 mendatang. Ia menjelaskan ada rencana kalau PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang berminat masuk untuk mendanai proyek Tol Bocimi Seksi III. "Tapi mungkin dengan adanya informasi SMI itu, mungkin SMI akan masuk ke Bocimi, sehingga HK (Hutama Karya) seluruhnya di Sumatera. Target finalnya akhir September ya," ungkap Budi dikutip dari liputan6.com. Tol Kapalbetung sendiri Pembangunannya terbagi menjadi 3 seksi yakni Seksi I Kayu Agung – Jakabaring sepanjang 33,5 km yang telah beroperasi sejak April 2020. Kemudian Seksi II Jakabaring – Musi Landas sepanjang 33,9 km dikerjakan dalam 2 Seksi yakni Seksi 2A ruas Jakabaring – Kramasan sepanjang 9 km beroperasi Januari 2020. Seksi 2B ruas Kramasan – Musi landas sepanjang 24.5 Km dalam tahap konstruksi. Selanjutnya Seksi 3 Musi Landas – Betung sepanjang 44.29 km juga dalam tahap konstruksi. Jalan tol ini menyambung ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) dan Terbanggi Besar – Kayu Agung. Jalan tol ini memiliki tujuh simpang susun (SS), yakni SS SP Padang, SS Jejawi, SS Kramasan, SS Gandus, SS Sungai Rengas, SS Pulau Rimo. SS Pangkalan Balai Tol Kapal Betung melintasi empat wilayah, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Banyuasin, serta Kota Palembang. Adapun sejauh ini progres konstruksi secara keseluruhan Seksi 2B Kramasan – Musilindas dan Seksi 3 Musilindas – Betung 44,29 km, telah mencapai 58,91 persen. Rinciannya, progres konstruksi Seksi 2B mencapai 73,81 persen, dan Seksi 3 mencapai 43,09 persen. Ruas tol Kedua adalah tol Betung Jambi, saat ini tol ini baru dimulai kontruksi pembangunannya. Pembangunan jalan bebas hambatan ini dibagi empat seksi yakni, seksi 1 Betung – Tungkal Jaya. Seksi 2 Tungkal Jaya – Bayung Lencir, seksi 3 Bayung Lencir – Tempino dan seksi 4 Tempino – Sp Ness. Saat ini yang sudah mulai konstruksi fisik di seksi 3 Bayung Lencir-Tempino sepanjang 34 km. Ruas 34 km itu terdiri dari 3 paket pekerjaan. Salah satunya, kerja sama operasional (KSO) Hutama Karya-WIKA-Brantas Abipraya yang mengerjakan paket sepanjang 15,47. “Saat ini, dalam proses pelaksanaan clearing sepanjang main road, pengerjaan fondasi struktur underpass, dan pekerjaan galian dan timbunan tanah,” jelas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo dikutip dari Sumateraekpres.id. Ditempat terpisah kepala Satker Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Provinsi Jambi Kementerian PUPR Beni Kristiawan menyatakan untuk pembukaan lahan masih berprogres. “Tidak ada kendala, masih on the track sudah 80 persen land clearing. Kita juga sudah mulai melakukan pekerjaan beton dan pemancangan,” ucap Beni dikutip dari JambiEkspres.com. Beni menambahkan, pekerjaan itu dilakukan di kedua sisi batas Betung dan Tempino. Ia juga mengakui, pekerjaan fisik tol seperti telah dilakukan penanaman sebanyak 40 paku bumi di lahan tol. Sementara terkait, konstruksi pekerjaan lahan yang terdapat tanah lunak pada 7 kilometer jalan tol Jambi, kata Beni sudah mulai ditemukan solusinya. “Harus ada penanganan khusus, namun dari 7 kilometer baru sebagian yang sudah pasti pakai pile slab. Sebagian lainnya masih harus dikumpulkan datanya,” sebutnya Kehadiran tol ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dengan kehadiran tol ini jarak tempuh antara dua ibukota Provinsi ini diprediksi hanya sekitar 3 jam saja. Kondisi ini sangat jauh berkurang ketika melintas di ruas jalan negara yang dikenal dengan nama Jalan lintas timur (Jalintim) Palembang - Jambi. "Kalau lewat jalan lintas timur Palembang - Jambi bisa mencapai 6 sampai 8 jam perjalanan, mudah-mudahan bisa segers tersambung tol," ungkap Ijal salah satu sopir truk angkutan yang biasa membawa barang ekspedisi Jawa Sumatera. Dengan perjalanan yang lebih singkat dan efisien, bisnis dan industri dapat mengalir lebih lancar. Ini akan membantu meningkatkan perdagangan, investasi, dan peluang kerja di daerah. Selain itu, penduduk juga akan merasakan manfaat besar dari pembukaan ruas tol ini. Waktu tempuh yang lebih pendek akan mengurangi kelelahan perjalanan dan memungkinkan orang-orang untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga serta beristirahat. Selain itu, pariwisata juga dapat berkembang lebih baik karena akses yang lebih mudah ke tempat-tempat menarik di kedua kota. Dampak positif lainnya adalah pengurangan kemacetan di jalan lintas timur Palembang - Jambi. mengurangi waktu perjalanan bagi mereka yang memilih menggunakan transportasi umum atau pribadi. Ini juga berpotensi mengurangi dampak negatif lingkungan akibat polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Meskipun proyek ini menjanjikan, tidak dapat diabaikan bahwa pembangunan ruas tol memerlukan investasi besar dan waktu yang cukup panjang. Pemerintah perlu memastikan bahwa semua aspek, termasuk perencanaan, konstruksi, dan pemeliharaan, dijalankan secara efisien dan berkualitas tinggi. Selain itu, perlunya dukungan masyarakat dan pihak swasta dalam menyukseskan proyek ini tidak bisa diabaikan. Pembangunan dua ruas tol yang menghubungkan Kota Palembang dan Jambi merupakan langkah maju dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi didaerah. Meskipun tantangan masih ada, hasil akhir dari proyek ini diharapkan akan membawa manfaat yang jauh lebih besar bagi kedua kota dan seluruh Indonesia Konstruksi Pembangunan Tol Betung-Jambi Dimulai Tahun Ini Konstruksi pembangunan Tol Betung-Jambi sepanjang 33,96 kilometer dimulai tahun ini. Foto udara pengerjaan proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) seksi II Jalintim–Musi Landas di Desa Pulo Kerto, Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (16/12/2021). Progres pengerjaan Tol Kapal Betung seksi II Jalintim–Musi Landas sepanjang 24,9 km telah mencapai 33,68 persen, seksi III Musi Landas-Betung sepanjang 44,29 km telah mencapai 6,71 persen sedangkan untuk pembebesan lahan secara keseluruhan telah mencapai 85,86 persen atau 1.694 bidang.Foto: ANTARA/Nova Wahyudi/rwa. Foto udara pengerjaan proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) seksi II Jalintim–Musi Landas di Desa Pulo Kerto, Gandus, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (16/12/2021). Progres pengerjaan Tol Kapal Betung seksi II Jalintim–Musi Landas sepanjang 24,9 km telah mencapai 33,68 persen, seksi III Musi Landas-Betung sepanjang 44,29 km telah mencapai 6,71 persen sedangkan untuk pembebesan lahan secara keseluruhan telah mencapai 85,86 persen atau 1.694 bidang. REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Konstruksi pembangunan jalan tol Betung-Jambi yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera dimulai di tahun 2022 ini dan ditargetkan selesai di tahun 2024. "Jalan tol Betung-Jambi tahun ini konstruksinya akan dimulai," kata Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Muhammad Fauzi di Jambi, Rabu (30/3/2022). Ruas jalan tol Betung-Jambi memiliki panjang 33,96 kilometer. Di Provinsi Jambi tol Betung-Jambi tersebut melewati dua Kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, yakni Kecamatan Mestong tepatnya di Desa Sungai Landai dan Desa Muaro Sebapo. Kemudian di Kecamatan Jambi Luar Kota tepatnya di Desa Pematang Gajah, Sungai Bertam dan Kelurahan Pijoan.Persiapan pembangunan konstruksi jalan tol Betung-Jambi tersebut sudah di selesaikan, seperti pembebasan lahan dan persiapan lainnya. Sementara itu pembangunan ruas tol Jambi-Rengat belum dapat dilakukan pembangunan konstruksi karena masih dalam proses penyelesaian pembebasan lahan dan mengalami perubahan penetapan lokasi (penlok) ruas jalan tol. Terkait dengan ruas jalan tol Jambi-Rengat yang melintasi hutan produksi PT WKS, Fauzi menyatakan hal tersebut sudah di selesaikan.Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi Bosar Pasaribu menyatakan tidak ada kendala yang signifikan dalam pembangunan dua ruas tol Trans Sumatera yang berada di wilayah Provinsi Jambi. "Sempat adanya perubahan penlok, namun sudah diselesaikan dan pembebasan lahan masih dalam proses," kata Bosar Pasaribu. Jalan tol trans Sumatera di Provinsi Jambi memiliki panjang 232 kilometer yang terbagi dalam dua ruas jalan, yakni Betung-Jambi 33,96 kilometer dan Jambi-Rengat 198 kilometer. Tanda Tangan Kontrak, Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di Sumsel-Jambi Segera Dimulai Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pembangunan jalan tol guna meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera. Dukungan infrastruktur konektivitas salah satunya melalui pembangunan Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi sepanjang 169,9 km yang melintasi Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Pekerjaan konstruksi Tol Betung – Tempino – Jambi segera dimulai untuk ruas Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 1 dan Seksi 3 yang ditandai dengan penandatangan kontrak pembangunan antara Kementerian PUPR dengan penyedia jasa di Gedung Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Rabu (17/5/2023). "Kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 1 dan Seksi 3 bersumber dari APBN Tahun 2023-2024. Untuk Seksi 1 sepanjang 7,62 km dikerjakan oleh penyedia jasa PT Adhi Karya - PT Waskita Karya - PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp1,61 triliun. Sedangkan untuk Seksi 3 sepanjang 15,47 km oleh kontraktor PT Hutama Karya - PT Wijaya Karya - PT Brantas Abipraya (KSO) dengan nilai kontrak Rp2,75 triliun. “Pesan Bapak Menteri PUPR dan Bapak Dirjen Bina Marga, pekerjaan bisa segera terlaksana, istilahnya tanpa groundbreaking bisa langsung bekerja dan mempercepat pekerjaan di lapangan," kata Direktur Jalan Bebas Hambatan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Triono Junoasmono. Berdasarkan data Direktorat Jalan Bebas Hambatan, hingga saat ini progres pekerjaan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 1 dan Seksi 3 untuk pembebasan lahan di wilayah Sumatera Selatan mencapai 86%, sedangkan wilayah yang mencakup Jambi sudah 95%. Yongki, sapaan akrab Triono Junoasmono menyampaikan setelah penandatangan kontrak pembangunan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 1 dan Seksi 3 segera menyusul kontrak untuk Seksi 2 dan dua paket kontrak pengawasan teknis. Menurut Yongki, saat ini Ditjen Bina Marga telah berkoordinasi dengan Ditjen Bina Konstruksi agar paket pekerjaan Seksi 2 dan dua paket pekerjaan supervisi tersebut bisa segera disetujui Menteri PUPR pada Mei 2023. “Kita akui bersama, Jambi salah satu provinsi yang sedikit ketinggalan untuk pembangunan tol, Alhamdulilah sudah pecah telur. Di Jambi sudah bisa kita mulai, sehingga seluruh provinsi di Sumatera sudah dilakukan pembangunan jalan tol meskipun secara bertahap,” kata Yongki. Yongki berpesan dalam pelaksanaan konstruksi Tol Bayung Lencir - Tempino harus mengutamakan keselamatan konstruksi, keselamatan pekerja, keselamatan pengguna jalan, mutu, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan. Sementara untuk aspek perencanaan harus merujuk pada Pedoman Desain Geometrik Tahun 2021 dan NSPK terbaru lainnya yang berlaku di Ditjen Bina Marga. Secara keseluruhan Tol Betung – Tempino – Jambi sepanjang 169,9 km dibangun melalui dua skema pembiayaan, yakni Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan Pembiayaan Berkala Berbasis Layanan sepanjang 136,3 km senilai Rp21,38 trliun dan skema kedua dukungan pemerintah senilai Rp5,84 triliun sepanjang 33,63 km. (*)